BLACKPOST - Sutan Syahrir dikenal sebagai perdana menteri pertama Indonesia, bahkan perdana menteri termuda di dunia yakni saat berusia 36 tahun. Tanggal 5 Maret 1909 merupakan tanggal kelahirannya, di kota Padang Panjang, Sumatera Barat.
Artikel ini akan menyajikan profil dan biografi singkat Sutan Syahrir, salah satu ahli diplomasi hebat yang pemikirannya masih digunakan sebagai landasan negara hingga sekarang.
Sutan Syahrir juga berperan dalam persiapan kemerdekaan Indonesia, salah satunya penculikan yang bertujuan untuk menculik Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta.
Hal ini beliau lakukan setelah mengetahui kekalahan Jepang dengan cara mendengar berita yang berasal dari stasiun radio luar negeri.
Meski seorang intelektual yang hebat, Sutan Syahrir telah mengalami banyak perjuangan melelahkan, bahkan ia meninggal dalam keadaan sebagai tawanan perang.
Bahkan, beliau juga memiliki julukan "a man of paradox", "Si Kancil", dan juga "The Smiling Diplomat".
Fisiknya yang memiliki tinggi 145 cm dan berat badan 45,5 kg ternyata menyimpan energi dan semangat juang serta ide-ide yang mengagumkan.
Sutan Syahrir ditetapkan sebagai salah seorang Pahlawan Nasional Indonesia pada tanggal 9 April 1966 melalui Keppres nomor 76 tahun 1966.
Dikutip BLACKPOST dari berbagai sumber, inilah profil, biodata sekaligus biografi singkat Sutan Syahrir dan kiprahnya dalam kemerdekaan Indonesia.
Nama: Sutan Syahrir, Soetan Sjahrir (ejaan lama)
Tempat Tanggal Lahir: Padang Panjang, 5 Maret 1909
Wafat: 9 April 1966 di Swiss.
Orang Tua: Mohammad Rasad, Puti Siti Rabiah
Saudara: Rohana Kudus
Istri: Maria Duchateau, Siti Wahyunah
Anak: Kriya Arsyah Sjahrir, Siti Rabyah Parvati Sjahrir
Agama: Islam
Jabatan: Perdana Menteri pertama Republik Indonesia
Ketua Partai Sosialis Indonesia (PSI)
Ketua delegasi Republik Indonesia pada Perundingan Linggarjati
Duta Besar Keliling (Ambassador-at-Large) Republik Indonesia
Dikenal sebagai perintis berdirinya Republik Indonesia, Sutan Syahrir juga diberi julukan "Si Kancil" dan juga "The Smiling Diplomat".
Beliau juga termasuk dalam 7 Begawan Revolusi Indonesia, yang terdiri dari Soekarno, Hatta, Sjahrir, Amir Sjarifoeddin, Tan Malaka, Sudirman, dan A. H. Nasution.
Terlahir dari kalangan terpandang, Sutan Syahrir berkesempatan untuk menempuh pendidikan di sekolah terbaik di zaman kolonial.
Mulai di ELS (Europeesche Lagere School) atau setingkat sekolah dasar hingga bersekolah di AMS (Algemeene Middelbare School), sekolah termahal dan terbaik di Bandung.
Sutan Syahrir menjadi siswa terbaik di AMS, dan sempat menjadi pemimpin redaksi dari Himpunan Pemuda Nasional yang kerap berurusan dengan kepolisian Bandung kerena kerap mengkritik pemerintahan kolonial saat itu.
Sutan Syahrir menjadi ketua Partai Nasional Indonesia (PNI Baru) pada tahun 1932.
Melihat pergerakan PNI yang dapat menggerakkan massa dalam jumlah banyak, Sutan Syahrir dan Mohammad Hatta akhir ditangkap oleh pemerintah kolonial Belanda dan dipenjarakan.
Mereka berdua diasingkan di Boven-Digoel dan kemudian dibuang selama 6 tahun di Banda Neira di Kepulauan Banda.
Tanggal 15 Agustus, Sutan Syahrir dan golongan pemuda mendesak Soekarno dan Mohammad Hatta untuk segera mendeklarasikan kemerdekaaan Indonesia pada tanggal 15 Agustus 1945.
Namun, Soekarno-Hatta menolak. Hal ini golongan muda menculik Soekarno dan Mohammad Hatta, lalu membawanya ke Rengasdengklok pada tanggal 16 Agustus 1945.
Hal ini bertujuan untuk menjauhkan pengaruh Jepang dan mendesak agar segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.
Sutan Syahrir kemudian ditunjuk oleh Presiden Soekarno sebagai Perdana Menteri pertama Republik Indonesia dan menjadi perdana menteri termuda di dunia yakni berusia 36 tahun.(***)
Editor : Larry Hanson
Sumber : Berbagai Sumber

0 Comments