TERKAIT SEJUMLAH PENGURUS DPD NASDEM MUNDUR, KETUA DPC NASDEM DI KOTA DEPOK ANGKAT BICARA


BLACKPOST | Depok | Pencalonan Anis Baswedan sebagai calon presiden (capres) 2024 oleh Partai Nasdem menimbulkan dinamika internal. Sejumlah kader Partai NasDem  mundur karena pencapresan Anies Baswedan. Menyusul hal tersebut sejumlah pengurus DPD Partai Nasdem Kota Depok juga mengundurkan diri. Hal ini menyebabkan para Ketua DPC Nasdem tingkat kecamatan di kota depok angkat bicara.


Melangsir dari mediusnews.com, salah seorang kader Partai NasDem dari daerah Depok yang pamit mundur adalah Leonard Bakara dari kepengurusan bersama enam orang lainnya.

Leonard bakara pamit undur diri bersama kawan-kawannya lantaran Partai NasDem mengusung Anies Baswedan sebagai Bakal capres karena dianggap ikut mendukung politisasi agama. Dia pun menilai Surya Paloh tidak konsisten antara ucapan dengan tindakan.

"Partai NasDem selama ini dikenal mengusung semangat nasionalisme dan kebhinekaan ternyata demi kepentingan pribadinya, SP secara nyata mengiring Partai NasDem untuk mendukung politisasi agama," cetus dia yang duduk sebagai Wakil Ketua Bidang Eksekutif DPD Partai NasDem Kota Depok itu.


Saat dikonfirmasi BLACKPOST hal tersebut melalui whatsapp, dr. Hardiono sebagai ketua DPD Nasdem Kota Depok berkomentar, sesuai perintah DPW mereka melanggar AD/ART harus dikeluarkan. Soal pengunduran jajaran pengurusnya ia akan mengambil langkah untuk mengeluarkan yang bersangkutan dari whatsapp (WA) Group DPD Nasdem dan selanjutnya diserahkan kepada pimpinan yang tertinggi, jumat 21 oktober 2022.


  Foto istimewa : Ketua DPC NasDem sukmajaya Rachmin Siahaan bersama Ketua DPC Nasdem Beji Wildan Darojat


KETUA DPC PARTAI NASDEM DI KOTA DEPOK ANGKAT BICARA

Ketua DPC NasDem Sukmajaya Rachmin Siahaan mengatakan dengan pencapresan Anis Baswedan oleh Nasdem yang diumumkan ketua umum Surya Paloh  itu adalah hasil dari rakernas partai.

Terkait adanya pengunduran diri pengurus DPD Nasdem kota Depok itu sah sah saja itu hak politiknya. Tapi dengan mundurnya 6 orang tersebut yang belum jelas kiprahnya, jelas tidak memberi efek untuk partai Nasdem di kota Depok.

"Bukan berarti pengurus itu mundur dibawah turut mundur, memang lebih baik mundur kalau belum memahami partai, saya sebagai ketua DPC Nasdem Sukmajaya kota Depok sangat memahami dinamika politik, hal perbedaan pendapat itu namanya demokrasi, banyak yang menjadi pengurus partai politik tapi belum mamahami dinamika politik, "ujarnya.

Berpolitik itu perlu dipertanyakan apa tujuannya,  apa yang sudah diperbuat  untuk membesarkan partai. "Klo cuma ada namanya dalam struktur partai tapi tidak ada perbuatan ujuk ujuk  mundur dan membuat pernyataan di media ini namanya cari panggung," tegas Rachmin Siahaan.


Christanto, S.H. ketua DPC NASDEM Sawangan senada dengan Rachmin Siahaan, "masih banyak masyarakat Depok yang akan bergabung di DPD Nasdem Depok lebih militan serta bersatu berjuang menang," pungkasnya.


Ketua DPC Nasdem Cimanggis Siswadi, S.H, S.sos, M.H. mengatakan pengunduran diri dalam suatu wadah baik organisasi ataupun kelompok perkumpulan adalah hak dasar seseorang untuk tidak tergabung lagi atau mundur. "menurut saya memang lebih baik mundur dari pada menjadi beban buat diri sendiri maupun pihak lain," ujar Siswadi.


Menurut Ketua DPC NasDem Pancoran Mas, Arif Budiman, S.H. perbedaan dalam pandangan politik adalah lumrah, menghargai satu perbedaan adalah kunci kita dapat terus eksis didalam wadah suatu organisasi. "menanggapi perbedaan pandangan politik setelah pengumuman calon presiden ada pengurus ataupun anggota yang mundur justru itu menunjukkan tingkat kematangan emosional seseorang" ujarnya.

Sikap kita mentaati keputusan pimpinan partai adalah menunjukkan wujud kedewasaan, kematangan, dan kecerdasan emosi kita, hal tersebut membuat kita tetap tenang dan jernih dalam berpikir. Pimpinan Partai tentunya dalam membuat keputusan mempunyai tujuan yang lebih besar dan tentunya sudah melalui proses pemikiran dan renungan yang panjang serta menerima masukan dan saran dari berbagai pihak.

"Sudah seharusnya kita menerima keputusan partai dan mendukungnya dan tidak terbawa arus untuk kepentingan pribadi yang bersifat sesaat dan labil, terlihat dari beberapa teman2 pengurus ataupun anggota yang mundur adalah kader yang baru bergabung dan belum banyak berkontribusi terhadap partai (tersirat labil)," tegas Arif Budiman. 


    Foto Effendi Choirie


KADER NASDEM MUNDUR KARENA ANIES CAPRES 

Menurut Ketua DPP Partai Nasional Demokrat (NasDem) Effendi Choirie atau Gus Choi dikutip dari tayangan Ngompol JPNN.com di YouTube, Selasa (18/10).

"Orang yang mengundurkan diri tersebut tidak punya peran apa-apa dan tidak mengerti politik yang sesungguhnya," jelas Gus Choi menambahkan.

Dia menjelaskan kader yang mundur itu hanya ingin berpolitik dengan cara menempel, tetapi saat sudah di dalam parpol tidak mengerti apa yang harus dilakukan. "Namun, dia mengekspose dirinya seolah tokoh punya pengaruh. Tidak ada itu," tegasnya.

"Mereka sudah dibiarkan saja. Hilang satu tumbuh seribu, hilang lima berarti tumbuh 5.000. Lebih dari itu yang masuk ke NasDem untuk menjadi kader, anggota, caleg luar biasa," pungkas Gus Choi.

(lhps/BP)

Editor Larry / BLACKPOST

Post a Comment

0 Comments