BLACKPOST | Depok | Pengurus DPC Partai Nasdem Sukmajaya Kota Depok mengundurkan diri dari jabatan Ketua dan wakil ketua. Ketua DPC Sukmajaya dan jajarannya mundur dari kepengurusan setelah 7 DPC di Kota Depok, mengajukan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Ketua DPD Partai NasDem Kota Depok.
Menurut Ketua DPC Sukmajaya Rachmin Siahaan, keputusan mundur sebagai pengurus didasari mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan yang ditindaklanjuti ke DPW Nasdem Jawa Barat. Namun, hasilnya tidak ada pergantian ketua DPD NasDem Kota Depok.
"Dengan polemik partai Nasdem di kota Depok yang gonjang ganjing 7 ketua DPC ( 1 belum punya SK ), sudah punya legalitas dengan SK DPW Jabar menyampaikan mosi tidak percaya dan sudah melayangkan surat ke DPW Jabar tidak ditanggapin oleh ketua DPW Jabar," ujar Rachmin Siahaan kepada Black Post Rabu (29/3/2023) di wilayah kelurahan mekarjaya, kecamatan sukmajaya, Kota Depok.
"Maka dengan mosi tidak percaya tersebut secara khusus saya sebagai Ketua DPC Sukmajaya beserta pengurus yang saya rekrut termasuk DPRt yang loyal membuat surat pengunduran diri termasuk pemegang KTA Nasdem." Jelas Rachmin.
Kemudian Rachmin Siahaan membeberkan alasan pengunduran, terkait Ketua DPD NasDem Kota Depok. Menurutnya seorang ketua partai tidak hanya bisa memberikan instruksi kepada pengurus dibawahnya. "Mesin politik tidak akan jalan apabila tidak memiliki program." Ungkapnya.
Lebih lanjut ia mengatakan sebagai ketua tingkat kota harus punya modal dalam arti luas, untuk membentuk struktur partai tidak mudah seperti yang dibayangkan. "Mengorganisir partai tidak sama dengan mengelola perusahaan yang notabene digaji."ujarnya.
"Sebagai ketua partai tingkat kota seharusnya menjalani tahapan dari tingkat bawah supaya paham dan memaklumi kondisi struktur di tingkat bawah, jadi kalau ujuk-ujuk langsung jadi ketua tingkat atas itu namanya KARBITAN, Inilah dinamika politik," Tegasnya.
Budi Santoso Pengurus DPC Nasdem Sukmajaya wakil bidang Bapilu mengatakan bahwa mundurnya 5 ketua DPC dan 1 pengurus DPD sudah menjadi langkah yang tepat. Dikarenakan Ketua DPD tidak bisa memobilisasi Pengurus DPC 11 kecamatan, maka muncul mosi tidak percaya.
"Terkait hal ini saya tetap solid dengan ketua DPC Sukmajaya untuk mengundurkan diri sebagai pengurus dan kader partai NasDem," ujarnya.
Lebih lanjut, sebagai Bapilu di DPC Sukmajaya, jajaran pengurus sudah bergerak mensosialisasikan Partai Nasdem ke masyarakat, serta menjadi inisiator dibentuknya 5 DPRT pengurus tingkat kelurahan, membentuk Korlap tingkat RW dan melakukan KTAnisasi serta menjalankan Program untuk Melayani Masyarakat.
"Tapi apa yang dikatakan Ketua DPD Nasdem Hardiono sangat menyakiti perasaan kami yang sudah bekerja untuk partai dan tidak etis mengatakan bahwa DPC Sukmajaya cengeng. Justru sebaliknya apa program Partai dan tanggung jawab partai dalam hal ini Ketua DPD Partai Nasdem Kota Depok Hardiono untuk membesarkan partai," tegas Budi.
Kemudian Budi Santoso mengkonfirmasi sudah ada Pengurus DPC Sukmajaya dan DPRt membuat surat pengunduran diri sebagai pengurus dan kader partai Nasdem, sudah ditandatangani dan bermaterai. Hal tersebut juga sudah dikomunikasikan kepada Koordinator Lapangan di tingkat RW garda terdepan yang tersebar di wilayah kecamatan sukmajaya, untuk membubarkan diri dan solid kepada arahan Ketua Rachmin Siahaan.
"Sekitar 9 pengurus DPC sukmajaya dan 35 pengurus di 5 DPRT tingkat kelurahan, sekitar 329 Koordinator lapangan di tingkat RW juga ikut mengundurkan diri dan siap solid kepada Ketua Rachmin Siahaan." Jelasnya.
Budi Santoso juga sudah melakukan komunikasi dan Konsolidasi antara pengurus DPC dan DPRt di kecamatan sukmajaya. "Sepakat Untuk mundur dan langsung mengambil langkah untuk menurunkan atribut Partai Nasdem di posko Posko, banner yang ada di wilayah Sukmajaya dan menarik kembali KTA NasDem yang sudah tersebar," tutupnya. (LHPS/BP)
Editor Larry Hanson Simbolon



0 Comments