Kebodohan Tertinggi Rakyat: Apatis dan Fanatik Buta



BLACKPOST | Bangsa ini tidak akan hancur hanya karena korupsi segelintir pejabat. Bangsa ini tidak akan runtuh hanya karena rakusnya para penguasa. Tetapi bangsa ini bisa hancur jika rakyatnya apatis dan fanatik buta.

Apatis adalah racun. Saat rakyat memilih diam, masa bodoh, dan tidak peduli pada nasib bangsanya, saat itu pula mereka menyerahkan lehernya untuk dijerat oleh penguasa yang rakus. Harga beras naik, pendidikan rusak, lapangan kerja hilang—semua itu adalah buah dari sikap apatis yang membiarkan kebijakan lahir tanpa pengawasan.

Fanatik buta lebih berbahaya lagi. Saat rakyat membela pemimpin meski jelas-jelas salah, saat mereka menutup mata pada korupsi, kebohongan, dan pengkhianatan, maka rakyat itu bukan hanya korban, melainkan sudah menjadi bagian dari kejahatan. Fanatisme buta menjadikan rakyat batu sandungan bagi kebenaran dan tameng bagi tirani.

Inilah kebodohan tertinggi rakyat: tidak peduli ketika kebenaran diinjak, atau membela mati-matian kebohongan hanya demi keuntungan semu, simbol, dan idola politik.

Rakyat seharusnya menjadi pemilik kedaulatan, bukan budak kekuasaan. Rakyat seharusnya menjadi pengawas yang berani, bukan penonton bisu. Rakyat seharusnya menjadi penentu arah bangsa, bukan domba yang digiring elit untuk dipotong di meja kekuasaan.

Bangsa ini hanya bisa berdiri tegak jika rakyatnya sadar, peduli, kritis, dan berani melawan ketidakadilan. Saat rakyat bangkit menolak apatis dan fanatisme buta, maka saat itu pula lahir rakyat merdeka—rakyat yang tidak bisa dibeli, tidak bisa dibodohi, dan tidak bisa ditindas.

Negara lain sudah berkembang pesat dan maju sementara Indonesia masih sibuk ribut soal politik kotor di dalam negeri 

Merengek minta keadilan sosial tapi tidak ada tindakan nyata untuk memperbaiki.
------
Depok, 18 September 2025
Eman Sutriadi

Post a Comment

0 Comments