BLACKPOST | DEPOK | Kesenian reog di kota depok sudah mulai bermunculan dan digemari oleh masyarakat. Tidak heran bila mendengar suara musik yang mengalun dari gamelan yang digerakkan oleh tangan tangan trampil serta tiupan terompet para pemainnya seakaan akan menghipnotis pendengarnya untuk datang dan ingin melihatnya langsung.
Untuk itu Seni Reog kalibatu yang berdiri sejak awal pandemic covid 19 atau tepatnya awal 2020, tergerak untuk ikut melesatarikan kebudayaan tersebut di kota depok agar lebih dikenal dan bersaing dengan kebudayaan modern, Imbuh H Putut selaku Ketua paguyuban Reog Singo Ireng kalibatu.
Pada awal berdirinya paguyuban seni reog kalibatu dipenuhi dengan perjuangan yang berat. Karena harus mengumpulkan seniman daerah untuk pengumpulan dana membeli perlengkapan gamelan dan kuda lumping secara Mandiri. Namun dengan kegigihan Bapak Endarto selaku RW 03 jatijajar dan H Putut selaku ketua paguyuban, akhirnya Singo barong berikut perlengkapan reog terbeli juga. Namun H Putut sangat berharap agar pemerintah kota depok bisa membantu untuk memberikan support berupa seragam Seni reog untuk melengkapi penampilan pada setiap acaranya.
Peresmian paguyuban Seni Reog “ Singo Ireng kalibatu” dilaksanakan pada Sabtu, 28 januari 2023 ditandai pemotongan Tumpeng oleh ketua RW 03 jatijajar bapak Endarto dan Ketua paguyuban H Putut serta disaksikan masyarakat sekitar.
Selain itu pada acara tersebut dimulai dengan gerak seni anak anak untuk mengenalkan seni budaya dan dilanjutkan oleh atraksi Reog Singo Ireng kalibatu berikut kuda lumpingnya atau jathilannya.
Berbicara kesenian reog, yang muncul di benak masyarakat langsung tertuju pada Kabupaten Ponorogo. Hal ini dikarenakan, Ponorogo merupakan kota yang menyajikan suatu keunikan khas dalam seni pertunjukan. Apalagi reog menjadi salah satu warisan budaya yang telah diakui internasional dan menjadi ikon kota yang disebut Bumi Reog.
Seperti diketahui, pertunjukan reog disajikan dalam bentuk sendratari, suatu tarian dramatik yang tidak berdialog. Dari gerakan-gerakannya diharapkan tarian ini sudah cukup mewakili isi dan tema tarian tersebut. Diharapkan dengan munculnya paguyuban seni reog kalibatu bisa menambah kasanah wisata budaya yang ada di kota Depok.
(Supri/BP)



0 Comments