BLACKPOST | Mafia tanah saat ini mulai merajalela meresahkan masyarakat. Aksi mereka tak hanya didaerah, tapi juga berkeliaran di DKI Jakarta. Mereka mengincar Tanah negara hampir di seluruh wilayah DKI.
Salah satu sasarannya ialah tanah negara milik Depdikbud seluas 5000 M2 berlokasi di dalam wilayah kecamatan Kebayoran Baru tepatnya RW 06. Dari luas keseluruhan, diketahui sebanyak 3000 M2 adalah areal untuk sekolah saat ini bernama SMK 29. Tersisa seluas 2000M2 diperuntukkan untuk rumah dinas para pegawai.
Menurut keterangan, dahulu hanya dihuni sekitar 11 orang yang memang berstatus PNS dan seluruhnya merupakan pegawai pada STM penerbangan, mereka dan anak istrinya telah menempati sejak tahun 1957. Diketahui bahwa hak para penghuni, statusnya hanya hak menempati dan tidak boleh dijual. Namun, nyatanya saat ini telah dijual.
Pernyataan menteri ATR terbukti benar, bahwa salah satu anggota mafia tanah adalah masyarakat biasa. Sangat jelas memang ada yg terlibat. Adalah HH yang diduga salah satu kaki tangan dari kelompok mafia tanah tersebut. Ia anak kandung DS, salah seorang pegawai di bagian tata usaha sekolah STM penerbangan. DS telah lama meninggal dunia. Diketahui semasa hidup, alm menempati lahan seluas +- 792 m2 sejak tahun 1948, berdasarkan keterangan dari sumber yg enggan disebut jati dirinya, kepada pers menyatakan, bahwa dari 5000m2 luas tanah milik depdikbud, terluas adalah yang ditempati oleh alm DS. Saat ini telah bersertifikat hak milik atas nama Herry Heryanto namun luasnya 896 M2, yang mengartikan ada penambahan luas atas lokasi tanah yg ditempati alm.DS beserta anak istrinya.
Dalam proses mendapatkan SHM, HH diduga kuat melanggar hukum. Modusnya dengan mengganti NIB (nomor inventaris barang) milik seorang warga peserta program sertifikasi tanah atau dikenal sebagai program PTSL. Kemudian HH menjual tanah tsb seharga puluhan milyar kepada seorang pembeli yang diduga adalah seorang pejabat tinggi negara.
Pewarta masih belum paham jelas apakah si pembeli seorang petinggi dari unsur TNI-Polri aktif atau purnawirawan, tetapi dari sumber yang enggan di sebut jati dirinya, kepada pewarta menyatakan bahwa si pembeli adalah seorang jendral. Kini ia sedang membangun rumah super mewah, di lokasi yg dibelinya. Berdasarkan penelusuran, di lokasi terlihat sebuah kolam renang tengah dibangun di dalam rumah tersebut.
Sementara itu, HH diketahui telah lama pindah domisili ke cianjur, tidak lagi tinggal dirumah dinas peninggalan alm.DS sehingga sulit dimintakan keterangan. Di lain pihak, BPN Jaksel sampai berita ini di tayangkan tak satupun pejabat dapat dikonfirmasi. Di sisi lain, masyarakat tentu saja berharap agar menteri ATR mampu memegang teguh komitmennya untuk memberantas sepak terjang kelompok mafia tanah tidak hanya di DKI, tetapi di seantero negeri.
(Herdian)

0 Comments