BLACKPOST | Surabaya | Seluruh organ relawan yang tergabung dalam Sahabat Ganjar diminta untuk bekerja keras turun ke lapangan, dan temui masyarakat untuk mengenalkan capres yang diusung PDIP hingga ke desa-desa.
Hal itu disampaikan Calon Presiden PDIP, Ganjar Pranowo saat menghadiri acara Rakernas Sahabat Ganjar ke II di Surabaya, Sabtu (10/6/2023).
Hadir dalam acara itu Ketua Tim Relawan PDIP, Ahmad Basarah, Ketua Umum Sahabat Ganjar Gus Nahib, serta sejumlah bupati/wali kota se-Jatim dan ratusan relawan.
"Kita harus bergerak cepat, karena waktu kita tidak banyak. Ingat, calonmu ini belum terkenal, jadi tugas panjenengan semua adalah mengenalkan sampai ke pelosok-pelosok desa," kata Ganjar.
Dalam sambutannya, Ganjar menyapa seluruh relawan Sahabat Ganjar dalam pembukaan Rakernas ke-2 di Surabaya, Jawa Timur menyampaikan satu-satunya relawan yang menggunakan aplikasi canggih hanyalah Relawan Sahabat Ganjar.
"Paparan terakhir canggih banget, keren pakai digitalis yang wah, relawan yang punya cuma Sahabat Ganjar," ujarnya.
Ganjar Pranowo pun memuji hasil kinerja Relawan Sahabat Ganjar yang sudah turun ke bawah dan sudah diimplementasikan oleh Relawan Sahabat Ganjar pada kegiatan-kegiatannya.
“Anda harus kerja bawa ke bawah betul ternyata sudah dicatat 2 juta sekian sudah didatangi (didata) by adress ini satu-satunya juga dari relawan yang mencatat anggotanya satu-satu kalau tadi disampaikan di sana jumlahnya berapa itulah cara bekerja kita untuk mengidentifikasi,” tutur Ganjar.
Ganjar menyebutkan dibanding calon presiden lain, tingkat keterkenalannya atau popularitasnya memang paling rendah. Ia menyebut tingkat popularitasnya baru sekitar 78 persen.
"Ada juga yang bilang tingkat popularitas saya 81 persen tapi dibanding dengan calon lain itu masih kalah jauh. Maka tugas kita adalah menggenjot itu, mengenalkan kepada semua komponen masyarakat kelompok komunitas dan semuanya," jelasnya.
Namun Ganjar mewanti-wanti agar pengenalan yang dilakukan harus dengan cara yang beretika. Tidak boleh ada yang hoax, mencaci, memaki dan menjelekkan calon lain.
"Karena jika kita mengenalkan dengan cara yang baik, maka masyarakat akan menerima dengan senang, kalau senang maka dia akan memilih. Sebab, fakta membuktikan tingginya tingkat keterkenalan belum tentu setara dengan tingkat keterpilihan," jelasnya.
Ganjar juga mengajak semua komponen relawan untuk mengoptimalkan perkembangan teknologi. Kampanye di media sosial perlu didorong agar kelompok masyarakat khususnya generasi milenial dan Gen Z lebih mengenal sosok capres yang diusung PDIP.
"Tapi tampilannya itu harus yang informal dan kasual, nggak boleh kaku, rileks dan optimistik, interaktif dan toleran, ramah dan tegas serta logis dan bijak dan juga harus peduli pada sesama. Konten-kontennya juga harus yang menyenangkan, tidak boleh ngamukan, tidak boleh marah-marah," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Sahabat Ganjar, Gus Nahib Shodiq mengatakan, rakernas ini merupakan agenda pertemuan DPW dan DPD Sahabat Ganjar se-Indonesia untuk berkolaborasi, merencanakan program kerja terkait pemenangan Ganjar ke depan.
"Kami ingin bersinergi dan berkesinambungan supaya Pak Ganjar kami hantarkan jadi presiden. Dan kehadiran Pak Ganjar menjadi pelecut semangat kami untuk turun bersosialisasi dari ujung barat sampai ujung timur Indonesia," ucapnya. (red/BP)
Sahabat Ganjar Kota Depok
0 Comments