Oleh Bayu Tri Wibowo,
Ketua Presidium ISTN Baja Depok
BLACKPOST | DEPOK | "Semangat perubahan” , sebuah awalan kata yang sedang bergaung di Masyarakat belakangan ini. Demontrasi massa dan Mahasiswa yang terjadi dari tanggal 25 Agustus sampai 3 september yang lalu, walaupun chaos dan dituding oleh banyak pihak sebagai Gerakan yang ditunggangi, tidak mengecilkan makna dan issue yang digaungkan karena memang mencerminkan keresahan di Masyarakat, 17 + 8 tuntutan yang digaungkan oleh massa aksi tersebut, ada tiga poin yang di tujukan langsung kepada pihak DPR, “Bekukan kenaikan gaji/tunjangan anggota DPR dan batalkan fasilitas baru (termasuk pensiun)”, “Publikasikan transparansi anggaran (gaji, tunjangan, rumah, fasilitas DPR)”, “Dorong Badan Kehormatan DPR periksa anggota yang bermasalah (termasuk selidiki melalui KPK)”.
Tiga poin tersebut diatas sangat tidak mencerminkan kondisi Masyarakat yang saat ini masuk kepada kondisi perlambatan ekonomi yang sudah dapat dirasakan dampaknya dari medio 2024. Pada tataran nasional pihak DPR sudah menyetujui untuk meninjau Kembali dan membatalkan kenaikan tunjangan anggota dewan.
Diikuti dengan pembatalan di beberapa daerah dalam bentuk produk perpu dari pihak eksekutif maupun dibatalkan secara aklamasi oleh pihak DPRD di Tingkat satu maupun Tingkat dua, hal ini menjadi angin segar dan setidaknya mampu meredam demonstrasi.
Sayangnya hal tersebut tidak berlaku untuk DPRD kota Depok, implementasi PERWAL no 97 2021 masih tetap berlangsung, kisaran tunjangan yang diterima Ketua 47.166.000 , 3 Wakil Ketua 43.100.000 Dan 46 anggota 32.500.000 total tunjangan 1 bulan 1.671.416. 000,00 / bulan Rp 20.056.992.000,00/ tahun, hal ini tentu tidak sejalan dengan semangat perubahan yang sedang digaungkan, dan lebih lagi tunjangan tersebut diperuntukan untuk sewa rumah yang notabene masing masing anggota dewan sudah memiliki rumah yang layak dan representative.
Alangkah baiknya apabila angaran tersebut bisa dialihkan untuk program pemerintah kota depok yang lain, seperti program satu keluarga satu sarjana, BIDIK MANIS (Beasiswa Pendidikan Mahasiswa Afirmasi Berprestasi), program empowering yang sudah di jalankan dengan kuota 100 orang mahasiswa berprestasi, Hal ini juga sejalan dengan program walikota yang baru bapak Sopian Suri dan terlebih lagi dengan wakil walikotanya bapak Chandra Rahmansyah yang memiliki latar belakang aktivis mahasiswa. (red/opini/BP)
0 Comments